Rumahku tak sehangat dulu. Makin lama aku makin merasakan
kedinginan di rumah ini. Tak ada cerita, tak ada canda tawa, tak ada kumpul
bersama. Semuanya diam, diam membisu. Ego dengan perasaan masing-masing, tanpa
peduli perasaan satu sama lain. Aku ingin pergi, pergi dari sini. Pergi
sehingga aku tidak perlu merasakan kepedihan seperti ini lagi. Allah, betapa
pedihnya hidup yang kau takdirkan untukku. Bukan, bukan maksudku untuk tidak
bersyukur. Aku penuh tanya, akankah seperti ini terus hidupku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar