Selasa, 10 Juli 2018

Rumahku tak sehangat dulu


Rumahku tak sehangat dulu. Makin lama aku makin merasakan kedinginan di rumah ini. Tak ada cerita, tak ada canda tawa, tak ada kumpul bersama. Semuanya diam, diam membisu. Ego dengan perasaan masing-masing, tanpa peduli perasaan satu sama lain. Aku ingin pergi, pergi dari sini. Pergi sehingga aku tidak perlu merasakan kepedihan seperti ini lagi. Allah, betapa pedihnya hidup yang kau takdirkan untukku. Bukan, bukan maksudku untuk tidak bersyukur. Aku penuh tanya, akankah seperti ini terus hidupku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar